
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-29 · Diperbarui 2026-08-29
Untuk pengendalian gula darah, porsi dan jenis karbohidrat lebih menentukan daripada sekadar mengganti nasi. Logikanya: setiap sumber karbohidrat tetap menaikkan gula darah — bedanya ada pada seberapa cepat dan seberapa banyak. Karena itu strategi utamanya dua: kurangi porsi karbohidrat per makan, dan pilih sumber dengan indeks glikemik (GI) lebih rendah atau berserat lebih tinggi.
Pedoman pola makan Indonesia seperti Isi Piringku dari Kemenkes bisa jadi kerangka: setengah piring sayur dan buah, seperempat protein, seperempat karbohidrat.
Yang tidak otomatis lebih baik: madu, gula aren, atau produk berlabel "khusus diabetes" yang tetap tinggi gula tambahan — lihat batas gula tambahan harian.
Makan bersama tidak harus dihindari — strateginya yang diatur. Panduan praktis porsi di rumah makan Padang ada di nasi Padang dan gula darah. Untuk kondangan: ambil nasi setengah porsi, perbanyak lauk protein dan sayur, dan batasi minuman manis serta kue.
Untuk meluruskan larangan-larangan yang beredar, baca juga mitos vs fakta makanan pantangan diabetes, dan gunakan Interpreter Gula Darah untuk memahami hasil pengukuranmu — edukatif, bukan diagnosis.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-29 · Diperbarui: 2026-08-29
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.