Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25
Jawabannya: bukan kopinya, melainkan tambahannya. Kopi hitam tanpa gula nyaris tidak menaikkan gula darah. Yang membuatnya berpengaruh adalah gula pasir, gula aren, sirup, dan susu kental manis (SKM) — bahan yang justru menjadi ciri khas es kopi susu kekinian.
Satu gelas es kopi susu gula aren bisa membawa tambahan gula setara 2-4 sendok makan, tergantung resep kedainya. WHO menyarankan gula tambahan dibatasi di bawah 10% dari total energi harian (idealnya di bawah 5%, sekitar 25 gram atau 6 sendok teh per hari untuk kebutuhan 2.000 kalori). Jadi satu gelas besar bisa menghabiskan jatah gula harian, bahkan sebelum kamu makan yang lain.
Gula dalam minuman diserap cepat karena tidak ada serat atau protein yang memperlambat. Akibatnya, gula darah bisa naik lebih cepat dibandingkan gula dari makanan utuh. Susu kental manis menambah dua hal sekaligus: gula yang tinggi dan kalori yang padat.
Sebagai gambaran: SKM mengandung gula jauh lebih banyak daripada susu segar dalam takaran yang sama, karena memang dibuat sebagai pemanis, bukan pengganti susu. Bila kamu rutin minum kopi susu manis beberapa kali seminggu, kontribusinya ke total gula harian bisa cukup besar tanpa terasa.
Dampak segelas kopi susu berbeda-beda tergantung:
Mengurangi minuman manis adalah salah satu perubahan dengan dampak terbesar untuk gula darah dan berat badan — dan biasanya yang paling cepat terasa hasilnya.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.