Berhubungan Saat Haid, Apakah Bisa Hamil? Ini Faktanya
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-29 · Diperbarui 2026-08-29
Jawaban singkat
Kemungkinannya kecil, tetapi tetap bisa. Kehamilan terjadi bila hubungan seksual bertemu dengan masa subur (sekitar ovulasi), dan pada sebagian orang masa subur bisa jatuh berdekatan dengan akhir haid.
Dua fakta kunci dari rujukan reproduksi:
Sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh hingga 7 hari menunggu ovulasi (NHS).
Panjang siklus sangat bervariasi: rata-rata 28 hari, tetapi 21-35 hari masih tergolong normal (Cleveland Clinic).
Kenapa kehamilan tetap mungkin
Ovulasi biasanya terjadi sekitar 12-16 hari sebelum haid berikutnya (NHS), atau sekitar hari ke-14 pada siklus 28 hari.
Pada siklus pendek (misalnya 21 hari), ovulasi bisa terjadi jauh lebih awal, bahkan berdekatan dengan hari-hari terakhir haid.
Karena sperma dapat bertahan hingga 7 hari, hubungan di akhir masa haid pada siklus pendek masih bisa bertemu dengan sel telur.
Jadi anggapan "haid pasti aman" tidak dapat diandalkan, terutama bagi yang siklusnya pendek atau tidak teratur.
Bila sedang khawatir atau sedang merencanakan
Bila tidak ingin hamil, pertimbangkan kontrasepsi yang konsisten; kontrasepsi darurat masih relevan dalam jendela waktu tertentu setelah hubungan tanpa perlindungan.
Bila haid berikutnya terlambat, lakukan testpack; hasilnya paling dapat diandalkan mulai hari pertama terlambat haid.
Catat tanggal haid dan hubungan; ini membantu membaca konteks bila perlu tes.
Bila sedang program hamil, waktu terbaik berhubungan adalah sekitar masa ovulasi.
Informasi ini bersifat umum. Konsultasikan pilihan kontrasepsi dan perencanaan kehamilan dengan tenaga kesehatan.