Kontrasepsi Darurat: Berapa Jam Masih Relevan dan Apa Opsinya

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25

Jawaban singkat

Kontrasepsi darurat masih dapat dipertimbangkan hingga sekitar 5 hari setelah berhubungan, tetapi makin cepat digunakan, makin baik. Gambaran umum dari WHO: pil levonorgestrel paling efektif dalam 72 jam (3 hari) pertama, opsi pil lain bekerja hingga 120 jam (5 hari), dan IUD tembaga dapat dipasang hingga 5 hari setelah berhubungan sebagai opsi paling efektif. Halaman ini edukatif — pilihan yang tepat untukmu perlu dikonsultasikan dengan apoteker atau dokter.

Pilihan yang dikenal secara umum

  • Pil levonorgestrel — paling efektif dipakai dalam 72 jam pertama setelah berhubungan; di beberapa pedoman masih dapat dipertimbangkan hingga 120 jam dengan efektivitas yang menurun.
  • Pil ulipristal asetat — bekerja hingga 120 jam (5 hari) setelah berhubungan, dengan efektivitas yang lebih terjaga menjelang akhir jendela waktu.
  • IUD tembaga — dipasang oleh tenaga kesehatan hingga 5 hari setelah berhubungan; opsi kontrasepsi darurat paling efektif dan dapat terus menjadi kontrasepsi jangka panjang.

Cara kerjanya dan batasannya

Kontrasepsi darurat bekerja terutama dengan menunda pelepasan sel telur (ovulasi). Karena itu, ia tidak efektif bila ovulasi sudah terjadi, dan tidak mengakhiri kehamilan yang sudah ada. Hal lain yang perlu diketahui:

  • Efek samping umumnya ringan (mual, nyeri kepala, pergeseran jadwal haid) dan sementara.
  • Ini bukan kontrasepsi rutin — untuk ke depan, metode reguler (pil, suntik, implan, IUD, kondom) jauh lebih andal.
  • Tidak melindungi dari hubungan berikutnya, dan tidak melindungi dari IMS.

Apa yang dilakukan sekarang

  1. Hitung jarak waktu sejak kejadian. Bila masih dalam jendela di atas, konsultasikan hari ini dengan apoteker atau dokter — tidak perlu menunggu.
  2. Tanyakan opsi yang tersedia dan sesuai kondisimu (riwayat kesehatan, obat yang sedang dipakai).
  3. Tandai jadwal haid berikutnya. Bila terlambat lebih dari seminggu, lakukan tes kehamilan.

Langkah berikutnya

Pertanyaan berikutnya

Sumber & referensi

  1. WHO - Emergency contraception (fact sheet)
  2. Planned Parenthood - Emergency Contraception (Morning-After Pill)
  3. CDC - gettested (STI/HIV testing locator)

Terkait

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)

Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25

Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.

Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.