Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25
Lingkar pinggang adalah cara sederhana untuk memperkirakan lemak di sekitar organ dalam perut (lemak visceral). Lemak jenis ini lebih aktif secara metabolik daripada lemak di bawah kulit, dan berkaitan erat dengan resistensi insulin, prediabetes, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung.
Banyak pedoman untuk populasi Asia memakai ambang yang lebih rendah daripada populasi Barat; yang sering dirujuk: 90 cm atau lebih untuk pria dan 80 cm atau lebih untuk wanita menandakan lemak perut yang perlu diperhatikan. Angka ini bukan diagnosis, melainkan sinyal untuk mengecek gambaran yang lebih lengkap (gula darah, HbA1c, tekanan darah, lemak darah) bersama dokter.
Dua orang dengan berat badan sama bisa punya risiko berbeda, tergantung di mana lemaknya tersimpan. Timbangan tidak membedakan lemak perut dan lemak di tempat lain, padahal lemak di sekitar organ dalam melepaskan zat-zat yang memengaruhi cara tubuh memakai insulin.
WHO juga menyoroti rasio lingkar pinggang terhadap pinggul sebagai penanda lemak perut: rasio di atas 0,90 pada pria atau 0,85 pada wanita menunjukkan lemak perut yang meningkat. Dalam praktik sehari-hari, mengukur lingkar pinggang saja biasanya sudah cukup sebagai skrining awal.
Ulangi sekali lagi untuk memastikan angkanya konsisten.
Bila kamu sudah punya angka gula darah atau HbA1c, gunakan Interpreter Gula Darah atau Interpreter HbA1c untuk memahami kisarannya sebagai teman memantau — edukatif, bukan pengganti penilaian dokter.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.