Vaksin HPV Berapa Kali? Jadwal Dosis Lengkap Sesuai Usia

Ilustrasi layanan vaksinasi HPV

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-29 · Diperbarui 2026-08-29

Jawaban singkat

Jumlah dosis vaksin HPV tergantung usia saat dosis pertama:

  • Mulai sebelum usia 15 tahun — umumnya cukup 2 dosis.
  • Mulai usia 15 tahun ke atas — umumnya 3 dosis.

Patokan ini mengikuti pedoman yang banyak dipakai secara internasional (antara lain NHS, ACOG, dan WHO). Jadwal persisnya bisa sedikit berbeda antar fasilitas — ikuti jadwal dari klinik yang memberikan vaksin.

Jadwal lengkap per kelompok usia

Usia 9-14 tahun (2 dosis)

  • Dosis pertama: kapan saja mulai usia 9.
  • Dosis kedua: 6-12 bulan setelah dosis pertama.
  • Respons antibodi di usia ini paling kuat — inilah alasan vaksinasi paling baik diberikan sebelum remaja.

Usia 15 tahun ke atas (3 dosis)

  • Dosis pertama: hari ke-0.
  • Dosis kedua: 1-2 bulan setelah dosis pertama.
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama.

Kondisi khusus

  • Orang dengan daya tahan tubuh rendah (misalnya HIV atau dalam terapi imunosupresif) umumnya dianjurkan 3 dosis berapa pun usia mulai — tanyakan ke dokter yang merawat.

Catch-up: sudah lewat usia ideal, masih berguna tidak?

  • Sampai usia 26 tahun — catch-up masih sangat masuk akal bila belum pernah divaksinasi atau belum lengkap.
  • 27-45 tahun — bisa dibahas dengan dokter berdasarkan risiko masing-masing; manfaatnya umumnya lebih kecil karena banyak orang sudah pernah terpapar HPV.
  • Kalau jarak antar dosis sempat lewat, rangkaian umumnya tidak perlu diulang dari awal — cukup lanjutkan dosis yang tersisa (konfirmasi ke fasilitas pemberi vaksin).
  • Sudah aktif secara seksual bukan berarti terlambat: vaksin tetap melindungi dari tipe HPV yang belum pernah mengenai kamu.

Bagaimana dengan anak laki-laki?

Vaksin HPV juga bermanfaat untuk pria (mencegah kutil kelamin dan beberapa kanker terkait HPV). Program nasional Indonesia (BIAS) saat ini menyasar anak perempuan usia sekolah; untuk anak laki-laki, sebagian daerah mulai menjalankannya secara terbatas — perkembangannya bisa dipantau di program vaksin HPV anak laki-laki di Indonesia, dan latar belakangnya di vaksin HPV untuk pria.

Setelah lengkap, tetap perlu skrining

Vaksin HPV tidak menggantikan skrining serviks. Perempuan yang sudah divaksin tetap perlu pap smear atau tes HPV sesuai jadwal — lihat jadwal pap smear. Untuk gambaran biaya vaksinasi mandiri, ada di biaya vaksin HPV di Indonesia.

Langkah berikutnya

  1. Tentukan usia penerima dan riwayat dosisnya (belum pernah, atau baru sebagian).
  2. Tanyakan ke klinik vaksinasi: jenis vaksin yang tersedia (2, 4, atau 9 tipe), jadwalnya, dan biaya totalnya.
  3. Catat tanggal dosis berikutnya di kalender — rangkaian yang putus di tengah jalan sayang sekali.

Pertanyaan berikutnya

Sumber & referensi

  1. NHS - HPV vaccine
  2. ACOG - HPV Vaccination (FAQ)
  3. WHO - Cervical cancer (fact sheet)

Terkait

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)

Ditinjau: 2026-08-29 · Diperbarui: 2026-08-29

Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.

Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.