Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25
Seks oral bukan tanpa risiko: beberapa IMS dapat menular lewat jalur ini, terutama gonore, sifilis, herpes, klamidia, dan HPV. Risiko HIV lewat seks oral jauh lebih rendah dibanding seks vaginal atau anal, tetapi tidak nol — terutama bila ada luka terbuka, sariawan, atau gusi berdarah. Cara sederhana menurunkan risiko: penghalang (kondom atau dental dam), menghindari kontak saat ada luka, dan tes bila ada paparan atau gejala.
Bila ada gejala (nyeri tenggorokan yang tidak kunjung hilang setelah paparan, luka di mulut atau kelamin, cairan tidak biasa), periksakan tanpa menunggu. Tanpa gejala, tes layak dipertimbangkan setelah paparan dengan pasangan yang statusnya tidak diketahui; untuk klamidia atau gonore tenggorokan, sampel usapan tenggorokan biasanya mulai dapat diandalkan sekitar 1-2 minggu setelah paparan. Infeksi lain mengikuti jendela tesnya masing-masing.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.