
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-29 · Diperbarui 2026-08-29
Keputihan atau keluarnya cairan setelah berhubungan sering kali normal. Cairan bisa meningkat karena rangsangan, atau berasal dari pelumas, sisa kondom, maupun cairan tubuh yang keluar setelahnya. Selama tidak berbau menyengat, tidak gatal, dan tidak disertai nyeri, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Yang perlu diperhatikan adalah perubahan: bau kuat, warna tidak biasa, gatal, perih, atau nyeri.
Segera jadwalkan pemeriksaan bila keputihan disertai salah satu dari ini:
Kombinasi gejala tersebut bisa mengarah ke penyebab yang bisa ditangani — mulai dari ketidakseimbangan bakteri vagina, jamur, hingga infeksi menular seksual seperti klamidia. Kumpulan tanda yang perlu tes dibahas di gejala IMS: kapan perlu tes.
Bila situasinya melibatkan kontrasepsi yang gagal, panduan Setelah Berhubungan membantu menyusun langkah berikutnya — edukatif, bukan diagnosis.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-29 · Diperbarui: 2026-08-29
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.