Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25
Gula darah puasa 110 mg/dL masuk kisaran prediabetes menurut American Diabetes Association (ADA), yaitu 100 sampai 125 mg/dL. Istilah yang sering dipakai untuk kondisi ini adalah gula darah puasa terganggu (impaired fasting glucose).
Ini bukan diagnosis diabetes (kriterianya 126 mg/dL ke atas), tetapi juga bukan angka yang diabaikan begitu saja. Artinya: gula darah kamu cenderung lebih tinggi dari normal, dan ini waktu yang tepat untuk membahasnya dengan dokter serta mulai memperhatikan kebiasaan makan dan aktivitas.
Pengukuran gula darah puasa dilakukan setelah tidak makan atau minum berkalori selama sekitar 8 jam, sehingga menggambarkan kondisi dasar tubuh tanpa pengaruh makanan terakhir. Rentang umum menurut ADA:
Angka 110 berada tidak jauh dari batas bawah kisaran prediabetes. Kabar baiknya: di kisaran inilah perubahan gaya hidup punya dampak paling besar. Program pencegahan diabetes yang dirujuk CDC menunjukkan bahwa penurunan berat badan 5-7% dan aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko berlanjut ke diabetes tipe 2 secara bermakna.
Satu hasil gula darah puasa bisa dipengaruhi banyak hal, jadi jangan terburu-buru menyimpulkan:
Untuk gambaran yang lebih lengkap, dokter biasanya tidak berhenti di satu angka: bisa dengan mengulang tes, atau menambah pemeriksaan lain seperti HbA1c yang mencerminkan rata-rata 2-3 bulan.
Kamu bisa memakai Interpreter Gula Darah untuk melihat kisaran umum angka kamu menurut waktu pengukurannya — edukatif, bukan diagnosis.
Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)
Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25
Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.
Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.