PD-L1 Artinya Apa? Dasar Biomarker untuk Imunoterapi

Ilustrasi konsultasi onkologi yang tenang

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal) pada 2026-08-25 · Diperbarui 2026-08-25

Jawaban singkat

PD-L1 (programmed death-ligand 1) adalah protein pada permukaan berbagai sel tubuh, termasuk sebagian sel tumor. Pemeriksaan PD-L1 pada jaringan tumor membantu dokter memperkirakan apakah suatu kanker mungkin merespons imunoterapi tertentu, terutama kelompok obat penghambat checkpoint (checkpoint inhibitors).

Hasil PD-L1 bukan vonis dan bukan satu-satunya penentu terapi. Keputusan pengobatan selalu mempertimbangkan jenis kanker, stadium, biomarker lain, dan kondisi pasien secara keseluruhan bersama dokter onkologi.

Apa itu PD-L1 dan cara kerjanya

Sistem imun memiliki mekanisme "rem" alami agar tidak menyerang jaringan tubuh sendiri. Salah satunya melalui pasangan protein PD-1 (di permukaan sel imun T) dan PD-L1 (di permukaan sel lain). Ketika PD-L1 berikatan dengan PD-1, sel T menjadi lebih tenang.

Sebagian tumor memanfaatkan mekanisme ini: dengan menampilkan banyak PD-L1 di permukaannya, tumor dapat "bersembunyi" dari serangan sel imun. Obat imunoterapi penghambat PD-1/PD-L1 bekerja dengan melepas rem tersebut, sehingga sel imun dapat mengenali dan menyerang sel tumor kembali.

Pemeriksaan PD-L1 umumnya dilakukan dengan pewarnaan imunohistokimia (IHC) pada sampel jaringan biopsi atau operasi, lalu dinilai oleh dokter patologi.

Bagaimana hasilnya dilaporkan: TPS dan CPS

Hasil PD-L1 biasanya dilaporkan sebagai skor. Dua skor yang paling sering dijumpai:

  • TPS (Tumor Proportion Score): persentase sel tumor yang menunjukkan pewarnaan PD-L1. Skor ini umum dipakai pada kanker paru bukan sel kecil (NSCLC). Contoh: TPS 60% berarti 6 dari 10 sel tumor terwarnai.
  • CPS (Combined Positive Score): membandingkan jumlah sel tumor dan sel imun di sekitar tumor yang terwarnai PD-L1 dengan jumlah total sel tumor, lalu dikalikan 100. Skor ini umum dipakai antara lain pada kanker lambung, serviks, dan kepala-leher.

Ambang skor yang dipakai (misalnya TPS tinggi atau CPS di atas nilai tertentu) berbeda untuk tiap jenis kanker dan tiap obat, sehingga penafsirannya harus dilakukan oleh tim yang merawat.

Mengapa PD-L1 penting untuk eligibilitas imunoterapi

Banyak pedoman dan izin penggunaan obat memakai hasil PD-L1 sebagai salah satu syarat mempertimbangkan imunoterapi, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Secara umum, pada beberapa jenis kanker, skor PD-L1 yang lebih tinggi dikaitkan dengan peluang respons yang lebih besar terhadap penghambat checkpoint.

Namun hubungannya tidak mutlak: ada pasien dengan PD-L1 rendah yang tetap merespons, dan sebaliknya. Karena itu PD-L1 hanyalah salah satu kepingan informasi, bukan penentu tunggal.

Yang tidak bisa disimpulkan dari hasil PD-L1

  • Tidak menentukan stadium atau penyebaran kanker.
  • Tidak menjamin imunoterapi akan diberikan atau akan berhasil.
  • Tidak menggantikan penilaian biomarker lain (misalnya status mutasi atau MSI) yang juga memengaruhi pilihan terapi.

Langkah berikutnya

  1. Minta salinan laporan patologi/biomarker dan simpan dengan rapi agar mudah dibahas atau dimintakan pendapat kedua.
  2. Tanyakan kepada dokter yang merawat: skor apa yang dipakai (TPS atau CPS), berapa nilainya, dan apa artinya untuk pilihan terapi saya.
  3. Hindari mengambil keputusan pengobatan dari satu angka saja; diskusikan gambaran lengkapnya dengan dokter onkologi.
Cancer Options Map tersedia untuk membantu memahami topik ini secara lebih personal. Buka alat

Pertanyaan berikutnya

Sumber & referensi

  1. National Cancer Institute - Immunotherapy to Treat Cancer
  2. National Cancer Institute - Biomarker Testing for Cancer Treatment

Terkait

Ditulis oleh Tim Editorial TanyaSehat · Ditinjau oleh Tim Editorial TanyaSehat (review internal)

Ditinjau: 2026-08-25 · Diperbarui: 2026-08-25

Konten ditinjau sebelum dipublikasikan dan diperbarui bila ada perubahan informasi penting.

Informasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.